je m’appelle IRA

Nama saya ira, Ya ira nama yang begitu nayak dipakai oleh orang di dunia. Jika anda mengetik nama ira di mbah “GooGle” maka anda akan menemukan Sekitar 160.000.000 hasil (0,41 detik)  artikel tentang nama itu. Wow, wonderfull sekali bukan. Saya senang di beri nama dengan nama Ira.

Tapi nama saya bukan hanya ira tapi IRA MAYETRI ZALMI. Itulah yang membuat nama saya berbeda dengan orang lain. Ayoo kita lebih mengenal diri sendiri.

Ada kata-kata bijak yang membuat saya percaya diri, saya ambil di http://kata-kata-mutiara.org/kata-kata-mutiara-1/kumpulan-quote-bruce-lee-kata-kata-mutiara-bruce-lee/)

“Jadilah diri sendiri, ekspresikan diri anda, milikilah kepercayaan terhadap diri anda, jangan mencari keluar dan mencoba menemukan kepribadian sukses lalu kemudian menirunya”
———-
“Saya tidak gentar terhadap orang yang melatih 10.000 kali tendangan dalam sekali waktu, tetapi saya lebih gentar terhadap orang yang melatih satu tendangan selama 10.000 waktu”
———-
“Seseorang yang bijak dapat belajar dari pertanyaan bodoh daripada seorang bodoh yang dapat belajar dari jawaban yang bijak”
———-
“Jika anda mencintai kehidupan, janganlah menyia-nyiakan waktu, karena waktulah hidup ini tercipta”
———-
“Jika anda menghabiskan terlalu banyak waktu berpikir tentang sesuatu, anda tak akan pernah menyelesaikannya”
———-
“Kehidupan yang sesungguhnya adalah hidup untuk orang lain”
———-
“Seperti apa yang anda pikirkan, demikian pulalah diri anda”
———-
“Pengetahuan akan memberi anda kekuatan, tapi tidak dengan karakter”
———-
“Jika anda selalu memberi batasan apapun terhadap yang anda lakukan, pekerjaan dan yang lainnya, hal tersebut akan menyebar ke dalam pekerjaan dan hidup anda. Tak ada batasan. Ada dataran tinggi disana. Anda tak perlu tinggal disana. Anda harus melampaui mereka”
———-
“Aku tidak hidup di dunia ini untuk memenuhi harapan anda dan Anda tidak hidup di dunia ini untuk memenuhi harapan aku”
———-
“Memamerkan diri adalah kemenangan dari ide bodoh”
———-
“Sejak saya kecil, saya memiliki dorongan naluriah untuk berekspansi dan tumbuh. Bagi saya, fungsi dan tugas dari seorang manusia berkualitas adalah pengembangan diri yang jujur dan tulus terhadap potensi seseorang”
———-
“Perhatikan bahwa pohon yang paling berat adalah yang paling mudah retak, sementara bambu dan willow mampu bertahan dengan melenturkan diri dengan angin”
———-

inilah kata mutiara yang paling saya sukai “Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)”

so, kita jangan takut dikritik karena dengan adanya kritik itu kita akan selalu bercermin-bercermin dan bercermin lagi. Sesakit apapun kritikan itu jangan kau jadikan kemunduran tapi jadikan lah cambuk yang akan membuatmu maju. Janganlah berputus asa, karena Allah Swt tidak akan memeberikan cobaan yang melampaui kekuatan hambaNya.

Lembaga keuangan syariah II

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia dimulai semenjak tahun 1990-an dan mengalami perkembangan yang semakin marak pada awal tahun 2000-an. Ditandai dengan bermunculannya sejumlah bank syariah yang didirikan oleh perbankan konvesional, baik yang sahamnya dimiliki pemerintah maupun swasta.

Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan.

Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :

  1. Perbedaan Falsafah
  2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
  3. Kewajiban Mengelola Zakat
  4. Struktur Organisasi

Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Untuk mendapatkan keuntungan, antara nasabah dan pihak bank syariah dilakukan bagi hasil yang sudah disepakati. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal.

Asuransi syariah merupakan asuransi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Di dalamnya terdapat usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ (dana kebajikan) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu dengan diawali sebuah akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah

A. PRINSIP-PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Asuransi Syariah memiliki prinsip-prinsip antara lain :

1. Saling Membantu dan Bekerjasama

2. Saling melindungi dari berbagai macam kesusahan dan kesulitan

3. Saling bertanggung jawab

4. Menghindari unsur gharar, maysir dan riba

Mengutip pendapat Susilo (1999), pengertian pegadaian adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.

Dalam syariah pegadaian lebih dikenal dengan Rahn. Rahn  adalah pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan hutang dalam bentuk rahn dibolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:

v  Ketentuan Umum

  1. Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan marhun (barang) s.d. hutang rahin (yg menyerahkan barang) dilunasi
  2. Marhun (barang) tidak boleh dimanfaat oleh murtahin tanpa selain rahin kecuali dengan seizin rahin
  3. Ongkos dan biaya penyimpanan marhun (barang) ditanggung oleh penggaidai (rahin)
  4. Besar biaya pemeliharaan dan penyim[anan marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman .

Pasar modal syariah

—  Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

—  Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang diatur dalam UUPM yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Landasan hukum pasar modal syariah

  1. Fatwa DSN MUI
  2. Peraturan Perundangan Pasar Modal
  • Undang undang
  • Peraturan Pelaksanaan Undang undang
  • Prinsip prinsip IOSCO ( International Organization of Securities Commisions )
  • Prinsip prinsip IFRS ( International Financial Reporting Standard)
  • Standar Syariah dan Standar Akuntansi AAOIFI
  • Standar Tatakelola IFSB (Islamic Financial Services Board)
  1. Acuan Standar Internasional

Kriteria saham syariah

  1. Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  2.  Memenuhi rasio keuangan tertentuk

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional ini yang melatarbelakangi para bankir konvensional itu membuka divisi atau unit syariah dengan harapan pangsa pasar atau nasabah konvensionalnya tidak berpindah ke bank syariah lain tetapi tetap mempertahankan tabungannya dengan memindahkan rekening tabungannya ke unit syariah yang ada di bank konvensional tersebut.

Berdasarkan data Bank Indonesia saat ini, total aset perbankan syariah dari total keseluruhan total aset perbankan Indonesia sudah mencapai 174,09 trilyun rupiah, atau meningkat 37% per Oktober 2012 dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya di bulan yang sama sekitar 127,15 trilyun rupiah.
Bahkan berdasarkan penelitian Islamic Financial Services Board (IFSB) pada tahun 2023 aset perbankan syariah di Indonesia bisa mencapai Rp 15.000 trilyun rupiahdan menjadi nomor satu di dunia serta menggeser Malaysia yang berada di posisi ke 11. Dengan total aset perbankan syariah yang besarnya sudah ratusan trilyun rupiah tersebut sangat positif dan memberikan kekuatan tersendiri bagi perbankan syariah mendorong untuk mensyariahkan masyarakat dan mendorong berbagai kebijakan dari beberapa pengambil kebijakan untuk terus mendukung perkembangan perbankan syariah.
Dengan kekuatan aset yang besar dan jumlah industri perbankan syariah, hingga di penghujung tahun 2012 ini pasar perbankan syariah baru mencapai 4,2%. Sebelumnya perbankan syariah sangat sulit untuk mencapai pasar 5%, mungkin ketika itu masih sekitar 2-3%. Tapi dengan sangat yakin di tahun 2013 nanti kekurangan 0,8% bisa tercapai dan pada akhirnya target 5% bisa diraih.

wow, dari info yang saya dapatkan di blogs (http://mirajnews.com/id/editorial/1160-evaluasi-perbankan-syariah-di-indonesia-selama-tahun-2012-dan-harapanya-ke-depan.html) ternyata semakin lama semakin meningkat hasil asetnya. Maka dengan optimis perbankan syariah sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri dengan adanya kelebihan manfaat yang dapat di rasakan oleh nasabahnya. Sehingga nasabah akan merasa aman dengan menyimpan asetnya dan untuk mendapatkan pembiayaan. Namun demikian bank syariah itu sendiri masih belum “pure” sesuai syariah.

Referensi :

http://kawansekawan.blogspot.com/2012/04/perkembangan-lembaga-keuangan-syariah.html

http://mirajnews.com/id/editorial/1160-evaluasi-perbankan-syariah-di-indonesia-selama-tahun-2012-dan-harapanya-ke-depan.html

Akuntansi Internasional

BAB  I

PENDAHULUAN

Akuntansi mencakup beberapa proses yang luas: pengukuran, pengungkapan dan pemeriksaan (auditing). Pengukuran adalah proses mengidentifikasikan, mengelompokan dan menghitung aktivitas ekonomi / transaksi. Pengungkapan adalah proses di mana pengukuran akuntansi dikomunikasikan kepada para pengguna yang diharapkan. Auditing adalah proses di mana kalangan professional akuntansi khusus (auditor) melakukan atestasi (pengujian) terhadap keandalan proses pengukuran dan komunikasi.

SUDUT PANDANG SEJARAH

  • Akuntansi bermula dari system pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) yang berawal dari negara-negara kota di Italia pada abad ke 14 dan 15.
  • Adanya keinginan pemerintah Italy untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial.
  • “Pembukuan ala Italy” digunakan untuk membantu para pedagang zaman Fugger dan kelompok Hanseatik di Jerman.
  • Profesi akuntansi publik sudah terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an.
    • Akuntansi Inggris menyebar di seluruh Amerika Utara dan wilayah persemakmuran Inggris.
    • Sistem akuntansi Perancis digunakan di Polinesia dan wilayah-wilayah di Afrika.
    • Kerangka pelaporan system Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, Indonesia dan Kekaisaran Rusia.

SUDUT PANDANG KONTEMPORER

  • Pengurangan yang signifikan atas hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
  • Pengendalian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung dan transaksi terkait dengan diliberalisasikan secara dramatis.
  • Pemerintahan yang terus berusaha membuka perekonomian terhadap perusahaan swasta, investor dan bisnis internasional.
  • Kemajuan teknologi informasi menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.

PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL

Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebit cepat daripada perdagangan barang.

Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.

INOVASI KEUANGAN

Titik utama terletak pada manajemen resiko, yaitu :

  1. Manajemen harus mampu menghadapi gejolak perputaran naik turunnya harga sehingga perusahaan tidak harus berhadapan dengan kerugian ekonomis.
  2. Manajemen harus mampu mempertinggi nilai perusahaan agar dapat menarik investor dan memberikan kepercayaan bagi pemegang saham perusahaan lainnya.
  3. Manajemen harus dapat mengidentifikasi setiap resiko yang rentan serta mengevaluasi hasil strategi manajemen resiko yang dijalankan.

Tampaklah jelas adanya ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan international dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk resiko keuangan.

KOMPETISI GLOBAL

Salah satu faktor yang menyumbangkan makin pentingnya akuntansi international adalah fenomena kompetisi global. Dibutuhkannya penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai. Dalam penentuan acuan terhadap pesaing international, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan.

MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS NEGARA

Merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skala ekonomi, akuntansi memainkan peranan yang penting dalam kerga konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaiaan perusahaan. Perbedaan aturan pengukuran akuntansi dapat menimbulkan kesulitan proses penilaian perusahaan yang tidak sebanding dalam pasar untuk memperoleh kendali perusahaan.

INTERNASIONALISASI PASAR MODAL

  • Data statistik memperlihatkan bahwa dalam arus modal lintas batas negara telah melonjak naik menjadi lebih dari dua puluh kali lipat sejak tahun 1990.
  • Penawaran sekuritas international telah melonjak lebih dari empat kali lipat dalam periode yang sama dan telah melampaui nilai lebih dari 1,5 triliun dollar.
  • Penawaran yang berkenaan dengan pbligasi, pinjaman modal perusanaan dan prasarana utang lainnya juga melonjak naik secara dramatis sejak tahun 1990.
  • Investasi perlindungan dana retail secara mendunia akan mengalami peningkatan hingga 2,5 triliun dollar pada tahun 2010.
  • Federasi Bursa Efek Dunia melaporkan bahwa meskipun jumlah perusahaan domestic yang terdaftar di beberapa tempat meningkat dan di tempat lain justru menurun dalam paruh decade pertama, namun demikian rata-rata volume perdagangan tahunan dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar telah melonjak secara signifikan.

Tiga Wilayah dengan pasar modal terbesar, yaitu :

  1. Benua Amerika

Kapitalisasi pasar di Amerika dalam persentase terhadap total global berada pada posisi 47,5 persen pada awal tahun 2006.

  1. Benua Asia Pasifik

Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestic bruto di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan beberapa pasar utama Eropa.

  1. Benua Eropa

Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan paar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh waktu kedua tahun 1990-an.

PENCATATAN DAN PENERBITAN SAHAM LINTAS BATAS NEGARA

Bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas-batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya negara-negara di mana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.

Derap perubahan yang terjadi di pasar-pasar modal seluruh dunia hingga saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan melambat. Salah satu contoh adalah makin bertambah pentingnya konsolidasi dan kerja sama di antara bursa efek dunia. Beberapa pengamat memperkirakan bahwa dalam kurun waktu yang cukup singkat, pasar keuangan dan perdagangan akan didominasi oleh dua atau tiga bursa efek dunia yang beroperasi lintas benua. Seluruh perkembangan ini menghadapkan kita pada situasi yang sangat kompleks bagi regulasi laporan keuangan.

akuntansi Internasional

Akuntansi Internasional – Beberapa pemicu munculnya Akuntansi Internasional dapat disebutkan sebagai berikut :

1. Semakin luas dan besarnya jangkauan dan operasi MNC ( Multi national Corporation).

2. Investasi luar negeri yang dilakukan perusahaan, investor, pemerintah, dan sebagainya.

3. Fluktuasi keuangan yang disebabkan berubahnya sistem keuangan internasional yang menimbulkan munculnya risiko perubahan kurs valuta asing sehingga memerlukan informasi akuntansi.

4. Meningkatnya harga sumber-sumber alam dan komiditi serta monopoli.

5. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aspirasi dunia ketiga.

6. Meningkatnya peranan pasar modal.

7. Berubahnya Vision Pasar modal.

8. Pasar Modal USA termasuk pasar modal yang paing cepat menjadi pasar global.

Perkembangan Akuntansi Internasional semakin cepat dan perhatian profesi akuntan pun terhadap masalah ini semakin besar. Ada tiga kemungkinan pengertian orang terhadap Akuntansi Internasionalini.

Pertama, konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary. Di sini dianggap bahwa konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berada di berbagai negara.

Kedua, Konsep Comperative atau international accounting yang menekankan pada upaya mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai negara.

Ketiga, universal atau world accounting yang berarti merupakan kerangka atau konsep di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia termasuk di dalamnya teori dan prinsip akuntansi yang berlaku di semua negara.

Lembaga Akuntansi Internasional

Saat ini dunia masih belum memiliki suatu standar akuntansi yang diakui semua negara, masing-masing negara memiliki standar akuntansinya sendiri-sendiri, USA, UK, Indonesia, Australia, dan lain sebagainya. Karena semakin menyatunya berbagai kegiatan ekonomi khusunya pasar modal dan semakin majunya teknologi komunikasi, internet, komputer, semakin terasa perlunya standar akuntansi dunia, satu untuk semua. Inilah salah satu tujuan dari International Federation of Accountant dan International Accounting Standard Comittee.Beberapa lembaga international dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Accounting International Study Group ( AISG)

Organisasi ini didirikan oleh tiga negara : Amerika, Inggris, dan Kanada. Grup ini berupaya mengkaji praktik akuntansi dan auditing di ketiga negara tersebut.

2. International Congres Of Accountant ( ICA)

Didirikan pada tahun 1904 dengan tujuan meningkatkan konsultasi dan pertukaran ide antara akuntan di berbagai negara.

3. International Coordination Comitte for the Accounting Profession (ICCAP)

Pada tahun 1972 International Coordination Comitte for the Accounting Profession (ICCAP) ini dibentuk, lembaga ini didirikan untuk mempelajari kode etik profesi, pendidikan, latihan, dan struktur organisasi akuntansi regional.

Dari pemabahsan yang saya ambil dari beberapa tulisan blogs saya simpulkan bahwa:

Akuntansi adalah seni pencatatan. Akuntansi adalah bahasa bisnis

maka timbulnya akuntansi Internasional adalah untuk memperluas seni pencacatan,bahasa bisnis ini di area MNC ( Multi national Corporation).

Bisnis internasional secara tradisional terkait dengan perdagangan luar negeri. Saat ini perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebit cepat daripada perdagangan barang.

Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian system manufaktur atau distribusi di luar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan atau aliansi strategis.Perdagangan internasional merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor.Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka akan timbul ‘’NEGARA PERDAGANGAN ANTAR NEGARA’’ atau ‘’BALANCE OF TRADE’’.

maka dibutuhkan bahasa bisnis yang akan mempersatukan aliansi tersebut.

Semakin maju negara yang bekerjasama semakin berkembang Akuntansi inetrenasional ini.

http://nayli0232.blogspot.com/2012/01/resume-bab-i-bab-ii-akuntansi.html

http://christomario.wordpress.com/2012/04/07/resume-akuntansi-internasional/

http://mediainformasi.org/akuntansi-internasional/

terjemahan

Mungkin kode etik internasional pertama dibuat oleh para pemimpin bisnis untuk bisnis adalah Prinsip Meja Bundar GAUX, hasil dari upaya kolaboratif oleh para pemimpin bisnis dari jepang, eropa, dan amerika serikat. The Round Table GAUX didirikan pada tahun 1986 di Gaux-sur-Montreux, Switzeland, untuk mempertemukan para pemimpin bisnis global untuk mengurangi ketegangan perdagangan. Prinsip-prinsip mencerminkan dua cita-cita, konsep jepang tentang Kyosei-hidup dan bekerja bersama-sama untuk kebaikan bersama-dan konsep barat martabat manusia (23) Prinsip-prinsip mengatasi masalah berikut ini.:

1. Para responsibities usaha (yang selanjutnya diuraikan dalam bagian panjang tiltled “pemangku kepentingan prinsip” bahwa spesies perilaku terhadap pelanggan, karyawan, pemilik / investor, pemasok, pesaing dan masyarakat).

2. Dampak econimic dan sosial bisnis.

3. Perilaku bisnis yang berbasis di kepercayaan.

4. Menghormati bagi lingkungan.

5. Menghormati bagi lingkungan.

6. Menghindari operasi terlarang.

Prinsip Meja Bundar GAUX didasarkan, sebagian, pada Prinsip Minnesota dibuat oleh para pemimpin bisnis yang merupakan anggota dari Pusat Minnesota untuk Tanggung Jawab. Bob MacGregor, presiden dari pusat, membantu rancangan Prinsip Meja Bundar GAUX. MacGregor mengatakan penerimaan Prinsip telah meluas dan bahwa “pemimpin bisnis enligthened tahu bahwa semua keuntungan stakeholder di bawah seperangkat nilai-nilai.”

Untuk mencapai skeptis, bagaimanapun, MacGregor percaya pemimpin bisnis yang yang berlangganan Prinsip harus menunjukkan bagaimana mematuhi ajaran akan membuka pasar, meningkatkan produktivitas, dan mempengaruhi bottom line keuntungan positif. Prinsip-prinsip donot eksplisit mengakui Nedd untuk menghormati keanekaragaman budaya dari masing-masing kelompok stakeholder-masalah MacGregor mengatakan dibesarkan tapi tidak ditangani. Dengan penambahan perspektif itu, Prinsip Meja Bundar GAUX akan berfungsi sebagai model yang baik untuk dokumen utilitas untuk MNEs karena mereka mengejar komunikasi global mereka. Prinsip ini juga bisa dan harus diperluas untuk mencakup perilaku pemerintah og etis, karena perilaku bisnis yang begitu sering mencerminkan kepatuhan terhadap hukum negara asal dan tuan rumah. (24)

KESIMPULAN

Pertanyaan tentang apakah atau tidak itu adalah mungkin untuk mengembangkan satu set prinsip-prinsip etika yang bermakna lintas budaya dalam bisnis global saat ini dan lingkungan politik menimbulkan isu-isu tentang objektivitas. Apakah standar perlu mempertimbangkan perbedaan budaya dari apa yang “penting” sebagai “moral?” Apakah objektivitas berarti bahwa perbedaan budaya tidak dapat dikenali?

Terlalu sering, seperti yang kita mencatat dalam pengantar untuk thi artikel, perdebatan tentang objektivitas direduksi menjadi pertanyaan apakah lebih baik untuk subrcribe ke sistem, nilai budaya yang kaku tertentu yang tidak memperhitungkan perbedaan budaya (“objektivitas lemah”) atau untuk berlangganan sistem “relativisme menghakimi” di mana tidak ada standar. Kemungkinan ketiga, “objektivitas yang kuat,” panggilan untuk analisis historis terletak lokal keyakinan-baik yang dari “orang lain” dan orang-orang dari Amerika Lain. (25) dengan melihat kode etik AS dihasilkan dari sudut pandang “lainnya” kita dapat memulai untuk memahami dan kritik sistem kita sendiri nilai-nilai, daripada mencoba untuk memaksakan itu secara tidak kritis pada orang lain.

Dari perspektif “lainnya,” Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya yang dilihat sebagai berlangganan ke posisi etika yang menghargai otonomi atas prinsip-prinsip lain yang paling. Individu memiliki hak kepemilikan dan tindakan otonom. Sebaliknya, hubungan budaya lain (termasuk budaya beberapa perempuan di th Barat) nilai. Hal ini mungkin menjelaskan fpr perbedaan yang disebutkan di atas antara penanganan bencana udara di Jepang dan Amerika Serikat, misalnya. Tak satu pun dari rekening posisi etis untuk perbedaan relatif di negara-negara kekuatan bydifferent memegang dalam perekonomian dunia. (26)

Terakhir pasca-kolonial literatur menunjukkan bahwa isu-isu kekuasaan relatif seharusnya ditangani juga. Satu set universal prinsip-prinsip etika harus memperhitungkan kekuatan berbeda yang diberikan oleh negara-negara dan organisasi dalam ekonomi global. (27) Future bekerja pada prinsip-prinsip etika internasional harus mengeksplorasi secara menyeluruh isu kekuasaan dalam praktek internasional public relations.

Melihat nilai-nilai Barat dari sudut pandang orang lain dapat menyebabkan kemampuan membuat atau memodifikasi standar universal yang menjelaskan perbedaan budaya dengan menggunakan kata-kata yang memungkinkan fleksibilitas dalam interpretasi, (28) tetapi tidak memaksakan standar etnosentris. (29) Langkah tersebut adalah konsisten dengan tujuan “saling pengertian” yang semakin mencirikan praktek public relations dalam lingkungan global. (30)

Asosiasi profesional Amerika, khususnya IABC dan PRSA, harus mempertimbangkan meninjau kode etik mereka dari sudut pandang yang “lain” dengan siapa praktisi semakin melakukan bisnis. Mereka harus mempertimbangkan perbedaan variasi budaya otonomi dan konektivitas serta perbedaan dalam kekuatan global. Akhirnya, mereka harus mempertimbangkan konsekuensi dari membawa “kode” dari “etika” melintasi batas-batas nasional dan mempertimbangkan bukan pengembangan disepakati prinsip-prinsip untuk memandu praktek global. Adopsi praktek tersebut tidak hanya ethival, tetapi juga mungkin mengakibatkan bergerak ke arah kerjasama internasional-mungkin kita bisa “bergaul.”

Pengakuan: Penulis berhutang budi kepada Alexandre G. Nicolaev, anggota dewan direksi Perusahaan Komunikasi Publik Rusia, untuk menyediakan terjemahan dari Kode Petersburg St. Mr Nicolev menghabiskan tahun 1995-1996 akademis sebagai dosen tamu di Pusat Pengembangan Perdagangan Internasional Universuty negara Oklahoma. Dalam komunikasi pribadi dengan penulis kedua, hr melaporkan bahwa sementara di negara-negara Amerika, ia mengunjungi dengan Ray Gaulke dan Eizabeth Allan, administrator atas PRSA dan IABC masing, ang menemukan “bahwa ada lebih banyak kesamaan daripada perbedaan antara kami; kami berbagi nilai-nilai kemanusiaan yang sama. ”

NOTES

  1. Tood Hunt and adrew tipok,”Universal Ethics Code: An Idea Whose Time Has Come,” Public Relations Review 19  (1993), p. 141
  2. Dean Kruckeberg,”Universal Ethics Code: Both Possible abd Feasible.” Public Relation Review 19 (1993), pp. 21-31
  3. Donald K. Wright, “Enforcementy Dilemma: Voluntary Nture of Public Relations Codes,” Public Relations review 19 (1993), pp.13-20
  4. We have chosen MNEs rather than MNCs—Multi National Corporations—because of our belief that nonprofit groups and govermental groups face most pf the issues that for –profit organizations must deal with in a global setting.
  5. James Grunig and Todd Hunt, Managing Public Relations (New York: Harcourt, Brace, Jovanovich, 1984).
  6. Geoffrey Kean, the Public Relations Man Abroad (New York: Praeger; 1968).
  7. Marion K. Pindorf, “Flying Different Skies: How Cultures Respon to Airline Disasters,” Public Relations Review 17 (1991), pp. 37-56
  8. Junko Taguchi, ‘Japanese Officials and PR Mentality,” Public Relations Journal 44 (1988),p. 48.
  9. David M. Grant,” Gross-cultural Crossed Signals,” public Relations Quarterly 37 (1988),p. 48.
  10. Ni chen and Hugh M. Culbertson,”Two Contrasting Approaches of Gonverment Public Relations in Mainland China.”Public Relations Quarterly 35 (1991),pp. 24-26.
  11. Abdulrahman H. Al-Enad.”Public Relations’ Roles in Developing Countries.” Public Relations Quarterly 35 (1991),pp. 24-26
  12. Benno H.signitzer and Timothy Coombs,”Publics Relations and Public Diplomacy: Conceptual Convergences” Public Relations Review 18 (1992),pp.137-147.
  13. Melvin L. Sharpe,” The Impact of Social and Cultural Conditioning on Global Public Relations,” Public Relations Review 18 (1992),pp. 103-107.
  14. Geoffrey L. Martin, “west Unravelling Mysteries of Culture,” Advertising Age International (Oct. 16, 1995), pp. 115-116
  15. Carl Botan,”International Public Relations: Critique and Reformulation.” Public Relations Review 18 (1992), pp. 149-159.
  16. Larissa A. Grunig,”Strategic Publlic Relations cobstituencies on a Global Scale,” Public Relations Review 18 (1992), pp.127-136
  17. Jon Klina,” ‘Vive la Difference’ : Learning Trade North of 49th Parallel,” Advertising Age International (Sept 18, 1995), pp. 123,130.
  18. Dana Milnank and Marcus W. Brauchli,” greasing Wheels: How U.S. Concerns Compete in Countries Where Bribes Flourish,” The Wall Street Journal (sept. 29, 1995),p.a1.
  19. Editors, “Governance Goes Global,” Inside PR V (1995), pp. 18-20.
  20. Alexandre G. Nikolev and A.G Gorgin, “ The Value of a PR Assocition to Russians,” International Association of Business Communicatiors Communication Wordl 12 (1995), pp. 7-9.
  21. Thomas Donaldspn, The Ethics of International Business (New York: Oxford University Press, 1989).
  22. R.T.DeGeorge,” Ethical Dilemmas for Multunational Enterprises: A Philosphical Overview.” In Hoffman, Lange and Fedo (Eds.) Ethics and the Multinational Enterprise: Proceedings of the Sixth National Conference on Busines Ethics (New York: Oxford University Press, 1986),pp 39-46.
  23. Joe Skelly,” The Rise of Internationa Ethics.” Busines ethics, unnumbered reprint.
  24. MacGregor was interviewed by one of the authors in August 1995.
  25. Sandra Harding, Whose Science? Whose Knowledge (Ithaca, New York: Cornell University Press, 1991).
  26. Seyla benhabib, Situating the Self: Gender, Comunity and Pstmodernism in Conterporary Ethics (New York Routledge, 1992).
  27. Edward Said, Orientalism (New York : Routledge, 1978)
  28. Eric Eisenberg,” Ambiguity as Strategic Organization Communication.” Comunication,” Communication Monographs (1984),pp.227-242.
  29. Heddy R. Dexter, Kathy Drew, Jolanta A. Drzewiecka, Barbara M, Gayle, Dreama G. Moon, sami Reist, Richard

Kasus White Crime

Kasus

White Crime: Melinda Dee Tabir Kejahatan Kerah Putih (White Collar Crime) Dalam Dunia Perbankan

Kasus pembobolan dana nasbah Citibank senilai Rp40 miliar oleh Inong Malinda alias Melinda Dee yang menjabat Relationship Manager Citigold di bank tersebut merupakan salah satu kasus hukum paling banyak menyita perhatian masyarakat di tahun 2011. Selain nilai kejahatannya yang cukup fantastis, kasus ini merembet ke masalah privat karena gaya hidup mewah Melinda bersama suaminya Andhika Gumilang.

Pembobolan simpanan nasabah kakap oleh Melinda selama kurang lebih tiga tahun berakhir 23 Maret 2011 setelah delapan penyidik dari Direktorat Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri menangkap Melinda di apartemennya di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Tim dari Mabes Polri bergerak setelah mendapat laporan pihak Citibank pada bulan Januari.

Dalam keterangan saksi di pengadilan terlihat modus yang digunakan Melinda, yakni dengan menyalahgunakan kepercayaan para nasabah kakap terhadap dirinya. Oleh Melinda, nasabah-nasabah kaya dan sibuk itu disodori blanko kosong untuk ditandatangani agar memudahkan transaksi. Namun ternyata Melinda mencuri uang tersebut sedikit-demi sedikit tanpa disadari pemilik rekening melalui persekongkolan jahat dengan bawahannya, Dwi Herawati, Novianty Iriane dan Betharia Panjaitan selaku Head Teller Citibank.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa Melinda melakukan penggelapan dan pencucian uang dalam kurun waktu 22 Januari 2007 hingga 7 Februari 2011 melalui 117 transaksi, dimana 64 transaksi di antaranya dalam bentuk pecahan rupiah senilai Rp27,36 miliar dan 53 transaksi senilai 2,08 juta dolar AS.

Guna meraih kepercayaan nasabah, wanita 47 tahun tersebut terlebih dahulu memperlakukan mereka secara istimewa, misalnya dengan melayani di ruang khusus di kantor Citibank. Perlakuan ini tidak hanya diberikannya dalam waktu singkat, tetapi hingga puluhan tahun sampai nasabah sangat percaya.

Dari sini, Melinda secara cermat menelisik pola transaksi nasabah yang bersangkutan, kemudian mengajukan blanko kosong untuk ditanda tangani. Blanko inilah yang dia gunakanan untuk menarik dana dengan memerintahkan Dwi mentransfer uang ke beberapa perusahaan miliknya. Melinda juga menggunakan surat kuasa dari nasabah, sehingga nasabah seolah-olah datang ke bank untuk melakukan transaksi.

Untuk mengaburkan bukti kejahatan, Melinda membuat perusahaan pribadinya yang dialiri dana nasabah Citibank atas nama orang lain. Pada akhirnya, duit inilah yang digunakannya, antara lain untuk menyicil angsuran mobil super mewah seperti Ferrari. Tengok saja kesaksian Rohly Pateni, salah satu nasabah yang menjadi korban Melinda. Dia mengaku sangat percaya kepada Melinda karena sudah 18 tahun menjadi nasabah Citibank dan ditangani Melinda. Dia jarang mengecek rekeningnya karena sibuk bekerja.

Berdasarkan kesaksian mantan Citigold Executive Head di Citibank Landmark, Reniwati Hamid, Melinda mengalirkan dana nasabah ke empat perusahaan miliknya yaitu, PT Sarwahita Global Manajemen, PT Porta Axell Amitee, PT Qadeera Agilo Resources, dan PT Axcomm Infoteco Centro. Reniwati sendiri menjabat sebagai Direktur Utma di empat perusahaan yang didirikannya bersama Melinda, Roy Sanggilawang, dan Gesang Timora tersebut.

Dari keempat perusahaan ini, Melinda kembali menarik uang untuk kepentingan pribadinya, Andhika maupun adiknya, Visca Lovitasari serta suami Visca, Ismail bin Janim. Andhika menampung uang curian itu dengan membuka banyak rekening dengan identitas berbeda karena menggunakan KTP palsu. Dia juga diseret ke muka pengadilan dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencucian uang dengan menerima dan menampung uang yang diduga hasil tindak pidana istri sirinya.

Selain menjerat Melinda, Andhika, Visca, dan Ismail, polisi juga menyeret rekan kerja Melinda yakni Reniwati Hamid, RJ selaku Cash Official Manajer atau atasan teller, dan SW selaku Cash Supervisor Manager. Mereka menyusul Dwi Herawati binti Harno Wijoyo, Novianty Iriane binti Emon, dan Betharia Panjaitan yang lebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dan tengah menjalani persidangan dengan tuduhan turut membantu perbuatan Melinda.

Kasus ini masih akan berlanjut di tahun 2012 karena semua terdakwa masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Belum satu pun dari mereka yang dijatuhi vonis oleh hakim. Proses persidangan bisa saja berlanjut hingga beberapa tahun ke depan jika persidangan berlanjut ke tingkat Mahkamah Agung.

Komentar dari kasus Melinda Dee

Kasus yang melibatkan Melinda Dee (47) membuka tabir kejahatan kerah putih (white collar crime) dalam dunia perbankan. Model kejahatan kerah putih ini merupakan evolusi tindak kejahatan dalam dunia moderen. Dalam sejarahnya di negara-negara maju, kejahatan ini disebut sebagai business crime atau economic criminality. Hal ini karena pelaku kejahatan ini banyak melibatkan para pengusaha, pegawai perbankan, lembaga keuangan dan para pejabat. Pada awalnya kejahatan kerah putih banyak terjadi dalam birokrasi pemerintahan.

Alasan Melinda Dee dalam melakukan kejahatan Kerah Putih (Korupsi)

Dengan memanfaatkan kerumitan dan ketertutupan birokrasi. Kerumitan itulah yang menjadi lahan subur untuk dimanipulasi menjadi tindak kejahatan seperti korupsi dan suap. Kasus melinda Dee termasuk kasus korupsi yang canggih, mengapa saya menyebutkan seperti itu, karena tindakan yang  dilakukan oleh Melinda Dee adalah penggunaan jaringan teknologi mutakhir. Dengan penerapan sistem komputerisasi, dunia perbankan menjadi lahan subur bagi praktik kejahatan seperti ini. Kejahatan model ini merupakan gejala masyarakat industri. Penggunaan teknologi dalam masyarakat industri selain semakin efesien, juga memberi efek negatif terutama dengan semakin efesiennya kejahatannya juga. Pada masyarakat yang ter-computerized, pencurian dapat dilakukan hanya dengan memijit tombol-tombol keyboard komputer yang terkoneksi pada jaringan internet. Maka dalam jaringan sistem perbankan, seorang Melinda dapat dengan aman mengalihkan miliaran uang nasabah pada rekeningnya sendiri.

Kasus Malinda Dee mungkin merupakan penanda gejala kriminalitas yang   menggunakan sistem komputerisasi, maka data-data elektronik akan menjadi target pelaku kriminalitas. Kasus kejahatan kerah putih (white collar criminal) akan semakin meningkat dalam masyarakat industri dan post-industri.

Dari kasus Melinda dee ini dapat kita simpulkan bahwa korupsi itu bisa terjadi dimana saja karena adanya kesempatan dan kekurang amanan terhadap sistem informasi. Sistem Informasi bagi dunia perbankan adalah aset yang perlu diamankan dari semua pihak yang tidak berkepentingan dan berkewenangan. Apalagi terlihat bahwa Melinda Dee sudah 3 tahun melakukan kejahatan ini. Disini terlihat tidak adanya kepedulian dari orang sekitar atas terjadinya perubahan-perubahan darai seorang Melinda Dee

Sumber:

http://news.okezone.com/read/2011/12/26/349/547245/large

http://malingpro.blogspot.com/2012/05/malinda-dee-contoh-kasus-kejahatan.html

Dede Syarif, Peneliti dan dosen Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Sumber, Pikiran Rakyat

Analisis SWOT Untuk Ira Mayetri Zalmi

Namanya

Ira Mayetri Zalmi, yang sering dipanggil Ira. Dia anak pertama dari empat bersaudara. Ayah dan Ibunya asli dari daerah minang, sehingga mereka sekeluarga merantau untuk mencari rejeki di kota orang. Kedua orang tua dia bermata pencaharian sebagai pedagang. Mereka menjajakan makanan yang bercita rasa masakan padang. Dari penghasilan inilah mereka bisa menyekolah Ira dan adik-adiknya. Dilihat dari sisi pendidikan orang tua ira yang hanya lulusan SMA ini adalah suatu pencapaian  yang luar biasa untuk bisa menyekolahkan anaknya di jenjang Strata Satu  yaitu sarjana Ekonomi.

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.

Maka, jika Ira Mayetri Zalmi dianalisis dengan SWOT :

Strengths (kekuatan) dalam hal ini bisa menjadi kelebihan. Kelebihan Ira Mayetri Zalmi adalah rajin. Mengapa saya bilang begitu karena Ira Mayetri Zalmi tidaklah pandai dalam segi pelajaran maupun pekerjaan tapi salah satu faktor yang membuat ia berhasil ketingkat 4EB01.Ia pun selalu berusaha keras agar ia bisa membuktikan bahwa ia memang pantas dan bisa melakukan apa yang telah ditugaskan olehnya. Terbiasa akan diberikannya tanggung jawab sehingga ia bisa mengemban tugas yang sudah diamanahi  kepadanya. Selain itu, Ia juga humoris sehingga kawan-kawannya  merasa nyaman dan senang bersamanya.

Weaknesses (kelemahan), manusia tidak ada yang sempurna bukan. Begitupun Ira Mayetri Zalmi, kelemahan yang ia miliki cukup banyak dan ia sangat mengetahui itu. Seperti mudah tersinggung, terlalu banyak omong, tidak pintar dalam memilih kata dan situasi yang ada, ceroboh, tidak tepat waktu, kadangkala ia sedikit egois dalam memnerikan keputusan dan masih banyak lagi. Kelemahan-kelemahan ini menjadi bumerang bagi ira. Banyak permasalahan yang terjadi karena kelemahan ini. Oleh karena, perubahan dan intropeksi diri harus dilakukan demi menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Oppoturnities (kesempatan), kesempatan atau dalam kata lain adalah peluang. Dilihat dari kelebihan Ira Mayetri Zalmi, ia memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik. Seperti saat ia tidak diterima menjadi asisten laboratorium ia mengambil kesempatan di bagian monitoring mahasiswa dan sekarang ia menjabat sebagai pengawas di monitoring mahasiswa tersebut. Ini adalah peluang yang ada dari kegagalan yang terjadi. Selain itu, peluang menjadi wirausaha juga sedang terbuka karena selain kuliah ia juga mencoba berjualan kerudung dengan temannya dan juga membantu ibunya di rumah makan yang ada di depan rumahnya.

Threats (ancaman), banyak ancaman yang bisa terjadi. Seperti usaha yang seang dijalankan oleh ira yaitu jualan kerudung. Jualan kerudung yang dilakukan oleh ira ini tidak berdasarkan pesanan tapi mereka langsung membeli kerudung itu ditempat konveksi sehingga barang yang dijual oleh mereka kadang kala tidak diminati oleh konsumen dan juga tidak bisa ditukar kembali kepada konveksi tersebut. Selain dari usaha, ancaman yang dapat terjadi dan mempengaruhi kepribadian ira sendiri pun ada. Contohnya karena tidak ingin mengecewakan orang lain kadang kalanya ia dimanfaatkan oleh orang lain. Lingkungan pen bisa menjadi ancaman, mengapa. Karena lingkungan adalah faktor lain dari pengaruhnya ke kepribadian. Jika kita ada di lingkungan baik kita secara otomatis dia akan menyesuaikan dengan lingkungan tersebut, begitupun sebaliknya.

Konsep Etika Dan Hukum

Etika

atau dalam bahasa Inggris disebut Ethics yang mengandung arti : Ilmu tentang kesusilaan, yang menentukan bagaimana patutnya manusia hidup dalam masyarakat; ilmu tentang apa yang baik dan buruk dan tentang hak dan kewajiban moral; kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dgn akhlak; nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Perilaku menjadi obyek pembahasan etika, karena dalam perilaku manusia menampakkan berbagai model pilihan atau keputusan  yang masuk dalam standar penilaian atau evaluasi, apakah perilaku itu mengandung kemanfaatan atau kerugian baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Adapun norma yang berfungsi untuk memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana seseorang harus bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankannya, dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari (Kansil, 1989:81). Menurut kekuatan yang mengikatnya, norma dibedakan menjadi empat yaitu: Cara ( usage ), Kebiasaan ( folkways ), Tata kelakuan ( mors ), dan Adat istiadat ( custom ).

Hukum adalah himpunan peraturan-peraturan yang dibuat oleh penguasa negara atau pemerintah secara resmi melalui lembaga atau intuisi hukum untuk mengatur tingkah laku manusia dalam bermasyarakat, bersifat memaksa, dan memiliki sanksi yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Dalam hukum pidana dikenal, 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran, kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan undang-undang tetapi juga bertentangan dengan nilai moral, nilai agama dan rasa keadilan masyarakat, contohnya mencuri, membunuh, berzina, memperkosa dan sebagainya ( inilah contoh tindakan – tindakan yang bukan hanya menyimpang hukum tetapi juga menyimpang norma dan etika ).

Kesimpulan, kaitan antara etika, norma dan hukum sangat erat. Satu sama lainnya saling mengikat masyarakat agar hidup tertib dan berdampingan tanpa adanya kerugian satu sama lainnya.

refenrensi :

http://rossalita.blogspot.com/p/pengertian-hukum-dan-keterkaitannya.html

http://rossalita.blogspot.com/p/pengertian-hukum-dan-keterkaitannya.html