pembajakan kaset dvd pelanggaran HAKI

Pembajakan DVD/CD adalah salah satu pelanggaran HAKI

Sebagai rakyat Indonesia saya termasuk suka membeli kaset DVD yang bajakan. Terutama film-film luar. Padahal denagn kita membali kaset bajakan tersebut kita telah merugikan Negara. Kok bisa? Yapp..

Itu karena film yang kita beli alias bajakan itu tidak dikenakan pajak. Apalagi itu adalah film luar yang dimana kalau kaset itu di impor ke Indonesia maka dikenakan pajak oleh pemerintah. tidak hanya filam luar negeri saja film Indonesia pun jika ingin disebar luaskan ke pasaran dikenai pajak juga. Oleh karena itu pemabajakan ini sangat merugikan pemerintah dan pencipta karya film tersebut. Tapi, mengapa penjualan DVD bajakan ini masih marak? Jika dilihat dari undang-undang tentang hak cipta

Dari undang-undang tersebut dapat dilihat bahwa pembajakan kaset dvd ini melanggar HAKI. Ada hal yang unik di dunia pembajakan di Indonesia. Sulitnya mencari film Indonesia yang dibajak. Saya pernah lihat di salah satu stasiun televisi swasta. Dimana dalam acara tersebut sedang mewawancara seorang pedagang/pelaku pembajakan kaset dvd. Ia menyatakan bahwa haram hukumnya membajak kaset dvd film Indonesia. dengan alasan nasionalisme. Tapi jika dilihat kembali mengapa hanya film Indonesia saja. Tapi music-musik Indonesia dibajak besar-besaran juga. Sebenarnya jika dilihat dari film Indonesia sendiri. Harga kaset film Indonesia yang original cukup terjangkau. Sehingga pasaran untuk kaset film Indonesia yang bajakan itu sendiri kurang diminati oleh masyarakat.

Penanggulangan dalam menangani masalah pembajakan sudah dilakukan oleh penegak hukum. Seperti menangkap pelakunya atau dengan membongkar tempat pembajakan tersebut. Tapi itu belum bisa memanimalisasi pembajakan. Hal ini disebabkan kemampuan  untuk memberantas praktek pembajakan bukan hanya terletak pada Undang-Undang Hak Cipta sebagai perangkat hukum, melainkan juga tergantung  pada penegak hukumnya juga.

faktor pemunculan pembajakan kaset dvd ini adalah sebagai berikut:

1.      Faktor ekonomi

Faktor ekonomi adalah faktor yang sangat dominan. Karena ekonomi yang begitu sulit ini dan kesempatan kerja yang sedikit maka, pelaku pembajakan terus bertambah. Karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Dengan melakukan pembajakan ini mereka bisa memenuhi kebutuhannya. Selain itu usaha pembajakan ini tidak mengeluarkan modal yang cukup besar.

2.      Faktor social budaya

Faktor social budaya dapat terlihat. Dimana dalam masyarakat Indonesia sendiri yang konsumtif. Kebanyakan masyarakat yang membeli kaset bajakan adalah kalangan menengah kebawah.

3.      Faktor pendidikan

Sulitnya mencari kerja dan minimnya pendidikan membuat pembajakan ini mencari alternative pekerjaan yang mudah dan melanggar hukum. Karena keahliannya yang minim dan kurang adanya pengenalan atas HAKI .

4.      Faktor penegakan hukum

Kurang tegasnya atas penegakan hukum dalam pembajakan kaset dvd ini. Selain itu aparat penegak hukum dalam melakukan operasi pemberantasan pembajakan kaset seharusnya  dilakukan secara terus menerus bukan hanya secara sementara. Sehingga tidak membuat jera pelaku pembajakan kaset tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s