Lembaga keuangan syariah II

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia dimulai semenjak tahun 1990-an dan mengalami perkembangan yang semakin marak pada awal tahun 2000-an. Ditandai dengan bermunculannya sejumlah bank syariah yang didirikan oleh perbankan konvesional, baik yang sahamnya dimiliki pemerintah maupun swasta.

Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan.

Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :

  1. Perbedaan Falsafah
  2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah
  3. Kewajiban Mengelola Zakat
  4. Struktur Organisasi

Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS).

Untuk mendapatkan keuntungan, antara nasabah dan pihak bank syariah dilakukan bagi hasil yang sudah disepakati. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal.

Asuransi syariah merupakan asuransi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip syariah. Di dalamnya terdapat usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru’ (dana kebajikan) yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu dengan diawali sebuah akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah

A. PRINSIP-PRINSIP ASURANSI SYARIAH

Asuransi Syariah memiliki prinsip-prinsip antara lain :

1. Saling Membantu dan Bekerjasama

2. Saling melindungi dari berbagai macam kesusahan dan kesulitan

3. Saling bertanggung jawab

4. Menghindari unsur gharar, maysir dan riba

Mengutip pendapat Susilo (1999), pengertian pegadaian adalah suatu hak yang diperoleh seseorang yang mempunyai piutang atas suatu barang bergerak.

Dalam syariah pegadaian lebih dikenal dengan Rahn. Rahn  adalah pinjaman dengan menggadaikan barang sebagai jaminan hutang dalam bentuk rahn dibolehkan dengan ketentuan sebagai berikut:

v  Ketentuan Umum

  1. Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan marhun (barang) s.d. hutang rahin (yg menyerahkan barang) dilunasi
  2. Marhun (barang) tidak boleh dimanfaat oleh murtahin tanpa selain rahin kecuali dengan seizin rahin
  3. Ongkos dan biaya penyimpanan marhun (barang) ditanggung oleh penggaidai (rahin)
  4. Besar biaya pemeliharaan dan penyim[anan marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman .

Pasar modal syariah

—  Sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM) adalah kegiatan yang bersangkutan dengan Penawaran Umum dan perdagangan Efek, Perusahaan Publik yang berkaitan dengan Efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan Efek.

—  Pasar Modal Syariah dapat diartikan sebagai kegiatan dalam pasar modal sebagaimana yang diatur dalam UUPM yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

Landasan hukum pasar modal syariah

  1. Fatwa DSN MUI
  2. Peraturan Perundangan Pasar Modal
  • Undang undang
  • Peraturan Pelaksanaan Undang undang
  • Prinsip prinsip IOSCO ( International Organization of Securities Commisions )
  • Prinsip prinsip IFRS ( International Financial Reporting Standard)
  • Standar Syariah dan Standar Akuntansi AAOIFI
  • Standar Tatakelola IFSB (Islamic Financial Services Board)
  1. Acuan Standar Internasional

Kriteria saham syariah

  1. Kegiatan usaha tidak bertentangan dengan prinsip syariah
  2.  Memenuhi rasio keuangan tertentuk

Perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional ini yang melatarbelakangi para bankir konvensional itu membuka divisi atau unit syariah dengan harapan pangsa pasar atau nasabah konvensionalnya tidak berpindah ke bank syariah lain tetapi tetap mempertahankan tabungannya dengan memindahkan rekening tabungannya ke unit syariah yang ada di bank konvensional tersebut.

Berdasarkan data Bank Indonesia saat ini, total aset perbankan syariah dari total keseluruhan total aset perbankan Indonesia sudah mencapai 174,09 trilyun rupiah, atau meningkat 37% per Oktober 2012 dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya di bulan yang sama sekitar 127,15 trilyun rupiah.
Bahkan berdasarkan penelitian Islamic Financial Services Board (IFSB) pada tahun 2023 aset perbankan syariah di Indonesia bisa mencapai Rp 15.000 trilyun rupiahdan menjadi nomor satu di dunia serta menggeser Malaysia yang berada di posisi ke 11. Dengan total aset perbankan syariah yang besarnya sudah ratusan trilyun rupiah tersebut sangat positif dan memberikan kekuatan tersendiri bagi perbankan syariah mendorong untuk mensyariahkan masyarakat dan mendorong berbagai kebijakan dari beberapa pengambil kebijakan untuk terus mendukung perkembangan perbankan syariah.
Dengan kekuatan aset yang besar dan jumlah industri perbankan syariah, hingga di penghujung tahun 2012 ini pasar perbankan syariah baru mencapai 4,2%. Sebelumnya perbankan syariah sangat sulit untuk mencapai pasar 5%, mungkin ketika itu masih sekitar 2-3%. Tapi dengan sangat yakin di tahun 2013 nanti kekurangan 0,8% bisa tercapai dan pada akhirnya target 5% bisa diraih.

wow, dari info yang saya dapatkan di blogs (http://mirajnews.com/id/editorial/1160-evaluasi-perbankan-syariah-di-indonesia-selama-tahun-2012-dan-harapanya-ke-depan.html) ternyata semakin lama semakin meningkat hasil asetnya. Maka dengan optimis perbankan syariah sudah mempunyai pangsa pasar tersendiri dengan adanya kelebihan manfaat yang dapat di rasakan oleh nasabahnya. Sehingga nasabah akan merasa aman dengan menyimpan asetnya dan untuk mendapatkan pembiayaan. Namun demikian bank syariah itu sendiri masih belum “pure” sesuai syariah.

Referensi :

http://kawansekawan.blogspot.com/2012/04/perkembangan-lembaga-keuangan-syariah.html

http://mirajnews.com/id/editorial/1160-evaluasi-perbankan-syariah-di-indonesia-selama-tahun-2012-dan-harapanya-ke-depan.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s